Rabu, 24 Juni 2009

Sakit Flu


Bintang film dari Spanyol, Penelope Cruz sempat diisukan oleh media massa terkena sakit flu berat yang diduga influenza A-H1N1 atau flu babi. Soalnya forum penting yang seharusnya dihadiri Cruz pada acara peluncuran film musikal Nine di festival film Cannes, Perancis tak jadi dihadirinya dengan alasan sakit flu.

Tapi akhirnya Cruz muncul juga di acara festival film Cannes untuk promosi film terbarunya. Hal ini menjawab kekhawatiran orang tentang sakit flu yang dideritanya. Ternyata hanya sakit flu biasa yang diakibatkan oleh makanan yang tidak sehat.

Sumber : Kompas.

Jumat, 19 Juni 2009

Ganguan Pendengaran pada Bayi Prematur


Ganguan Pendengaran tertunda terjadi pada Bayi Prematur, Studi terbaru mengonfirmasi bahwa prematuritas ekstrim merupakan faktor resiko timbulnya gangguan pendengaran permanen, dan gangguan pendengaran ini sering kali timbulnya tertunda, serta bersifat progresif. Juga dilaporkan bahwa penggunaan suplemen oksigen berkepanjangan merupakan predictor kunci untuk timbulnya gangguan pendengaran permanen, terutama gangguan pendengaran berat.

Dr. Charlene M T. Robertson dari University of Edmonton, Alberta Kanada meneliti 1.279 bati premature ekstrim (usia kehamilan 28 minggu atau kurang, dan berat bada kurang dari 1.250g) pada tahun 1974 – 2003. Gangguan pendengaran permanen terjadi pada 40 anak (3,1%) pada usia 3 tahun. Sebanyak 24 anak (1,9%) menderita gangguan pendengaran berat yaitu ambang pendengaran lebih dari 70db.

Dari anak-anak dengan gangguan pendengaran permanen tersebut, sebanyak 4 anak (10%) mengalami gangguan pendengaran tertunda dan 11 anak (28%) mempunyai gangguan pendengaran progresif. Seorang anak mengalami neuropati pendengaran dan 29 anak (73%) mengalami kelainan multiple.

Melalui analisis multivariat, ditemukan bahwa penggunaan oksigen berkepanjangan, operasi gastrointestinal, ligasi patent ductus arteriosus dan indeks sosioekonomi rendah, merupakan predictor timbulnya gangguan pendengaran permanen. Dari factor-faktor tersebut, penggunaan oksigen merupakan prediktor terkuat, dan meningkatkan resiko sebesar 4,61 kali lipat (p<0,001).

Dengan adanya prematuritas ekstrim, gangguan pendengaran permanen merupakan komplikasi mayor yang sering timbul bersama kelainan mayor lainya. Karena itu, diperlukan segera studi untuk mencegah timbulnya gangguan pendengaran permanen.

Medical Update Magazine June 2009.

Kamis, 11 Juni 2009

Modal Penyanyi


Modal penyanyi yang paling utama adalah suara. Jika suara rusak atau terganggu, lagu yang dinyanyikan akan ‘berantakan’. Untuk selalu memiliki suara yang baik, penyanyi harus merawatnya dengan mengurangi rokok, mengurangi makan gorengan dan istirahat bicara.

Istirahat bicara (vocal rest) diperlukan jika seorang penyanyi ditemukan pengerasan seperti kutil di pita suara. Sebenarnya kutil tersebut dapat diambil melalui operasi, tetapi hal itu bisa membahayakan penyanyi karena pita suara bisa rusak.

Waktu yang diperlukan untuk istirahat bicara sekitar 2 minggu.

Selasa, 09 Juni 2009

Radang Telinga Tengah Kronik

Otitis Media Kronik (OMK) orang awam biasa menyebutkan dengan bahasa setempat misalnya orang betawi menyebut congek, orang banyumas menyebut todosen dan orang jawa menyebut kopoken.

Tanda-tanda OMK yang dapat dilihat orang awam adalah keluar cairan telinga terus menerus. Warna cairan bisa seperti air, umbel bening, kental atau bernanah. Penyakit ini kadang-kadang hilang timbul. Pada pemeriksaan selain cairan tersebut diatas, gendang telinga mengalami perforsi (berlubang).

Penyebab OMK adalah pengobatan OMA (Otitis Media Akut) yang seadanya, tidak tepat, cepat dan tidak akurat. Hal ini dikarenakan orang tua atau penderita kurang memperhatikan atau tidak tahu tentang penyakit ini. Akibatnya penyakit ini menjadi berlarut-larut dan berkepanjangan. Baru tergugah untuk berobat ke dokter bila cairan berupa nanah yang berbau dan pendengaran menurun.

Disamping faktor ketidaktahuan tersebut, ada faktor lain yang mempersulit OMK yaitu
1.Virulensi kuman yang tinggi.
2.Menurunnya kekebalan tubuh.
3.Gizi buruk.
4.Personal hygiene yang kurang baik.

Pengobatan OMK lebih sulit dari pengobatan OMA, kadang perlu pengobatan berulang-ulang. Prinsip pengobatan OMK maupun OMA :
1.Pembersihan liang telinga.
2.Obat tetes telinga dan antiboitik.
3.Pengobatan penyakit ISPA yang bersamaan dengan OMK maupun OMA.
4.Penerangan kesehatan kepada orang tua atau penderita sendiri.

Radang Telinga Tengah Kronik (OMK)
Oleh dr.H. Santo Pranowo, Sp.THT
Radar Kudus Jawa Pos